Giat Lomba Bola Volly Hari Kemerdekaan di MTs Negeri 4 Sragen

Menyambut peringatan Hari Kemerdekaan RI yang ke-73 di mana-mana begitu semarak, dari menghias lampu, memasang atribut kemeriahan bendera atau umbul-umbul. Bahkan pelaksanaan kegiatan lomba yang beraneka ragam untuk mengingat betapa berat perjuangan para pendahulu pendiri NKRI. Hal ini tidak terkecuali yang terjadi wilayah kecamatan Plupuh.
Kegiatan lomba berbagai macam dari tenis meja, badminton dan bola volly juga dilaksanakan oleh instansi lintas sektoral di wilayah kecamatan Plupuh. Dari Guru SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK, Puskesmas, UPT Dinas Pendidikan Plupuh, Polsek Plupuh, dan Kecamatan Plupuh serta instansi lainnya. Lomba badminton dilaksanakan hari Selasa dan Rabu tanggal 7-8 Agustus 2018, dan untuk lomba tenis meja di laksanakan hari Kamis, 9 Agustus 2018.

Lomba Tenis Meja

Lomba Bola Volly
Hari ini Sabtu, 11 Agustus 2018 juga masih berlangsung lomba volly yang lokasi pelaksanaannya di halaman MTs Negeri 4 Sragen yang dulunya dikenal sebagai MTs Negeri Plupuh. Kegiatan yang beraneka macam di tempat lain juga dilakukan hampir setiap tahun, tak banyak masyarakat Indonesia sadar asal mula tradisi perayaan 17 Agustus tersebut. Padahal, beberapa jenis perlombaan sebenarnya punya sejarah dan filosofi tersendiri. Dari mana awal mulanya?
Hingga kini tidak diketahui pasti siapa tokoh pelopor tradisi perlombaan untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia. Yang pasti, perlombaan "17 Agustusan" mulai jamak dilakukan sekitar tahun 1950-an. Peperangan mempertahankan kemerdekaan kala itu mulai surut. Ibu kota negara yang sempat dipindahkan ke Yogyakarta kembali ke Jakarta. Lomba makan kerupuk sambil melawan arus Sungai Deli pada HUT ke 70 Indonesia(KOMPAS.com/Mei leandha) Masyarakat pun ingin merayakan kemerdekaan yang sangat sulit diraih dan dipertahankan itu. Beragam lomba spontan dilakukan, mulai dari panjat pinang, lomba makan kerupuk, tarik tambang, sampai balap karung. "Tapi perlombaan itu merupakan comotan dari masa Belanda dan terutama zaman (penjajahan) Jepang yang ditambah dengan aneka lomba baru.
Hal itu bukan maksud untuk menghormati penjajah Belanda atau Jepang tetapi mengingatkan kita betapa susahnya perjuangan pendiri NKRI kita di zaman dulu. Kita sebagai penerus bangsa diharapkan bisa berlomba-lomba berprestasi dan mengisi kemerdekaan di NKRI ini dengan sesuatu yang lebih berdaya guna dan manfaat bagi masyarakat luas. Untuk membangkitkan semangat kita semua mengisi dan membangun negeri tercinta Indonesia.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Buah Kerja Keras dan Integritas Tim, Sabet Juara 1 Rekonsiliasi Semester 2 dari KPPN Sragen
- MTsN 4 Sragen Sabet Juara 2 Kinerja Anggaran dari KPPN Sragen
- Siswi MTs N 4 Sragen Mendapat Vaksin HPV
- MTsN 4 Sragen Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan: Edukasi untuk Orang Tua, Kader Keamanan Pangan
- Projek P52RA dengan Menggelar Karya Kreasi dan Kewirausahaan
Kembali ke Atas



