MTs Negeri 4 Sragen Peduli Lombok
Madrasah Tsanawiyah Negeri Plupuh hari ini melaksanakan beberapa kegiatan penting, di antaranya peringatan Hari Pramuka, Sosialisasi dan Pembinaan Reproduksi bagi remaja serta Kegiatan penutupan lomba kemah siaga dan penggalang se-Kecamatan Plupuh di lapangan Widorosekti, Sambirejo Plupuh, serta Aksi Peduli Gempa di Lombok oleh Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MTsN 4 Sragen.
Delapan hari pascagempa bermagnitudo 7 di Lombok pada Minggu (5/8/2018), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian korban yang diduga masih tertimbun longsoran di Dusun Busur Timur dan Dusun Rempek, Lombok Timur. Selain itu, jumlah korban meninggal dunia juga terus bertambah. Petugas mencatat korban meninggal hingga hari Minggu (12/8/2018) berjumlah 401 jiwa (kompas.com).
Gempa juga mengakibatkan ratusan sekolah hancur. Para siswa di Lombok pun terpaksa bersekolah di tenda-tenda darurat. Berikut sejumlah fakta terbaru terkait bencana gempa bumi di Lombok:
- Pencarian korban terus dilakukan petugas
Dalam melakukan pencarian korban, para petugas menggunakan sejumlah peralatan, seperti combi tools, K12, chain saw, search cam, senter polarion, hidrolic pump, rescue cutting, karmantel, Alat Proteksi Diri (APD), slink, genset dan alkon serta anjing pelacak. Baca Juga: 69 Ton Bantuan dari Jawa Tengah untuk Korban Gempa Lombok - Jumlah korban meninggal dunia mencapai 436 jiwa
Jumlah 436 orang meninggal dunia tersebut adalah korban yang sudah terdata oleh Kepala Desa dan babinsa. Korban yang sudah terverifikasi dan ada surat kematian di Dinas Dukcapil tercatat 259 orang. Sisanya dalam proses administrasi di Dinas Dukcapil msing-masing kabupaten - 553 sekolah di Lombok, NTB, rusak akibat gempa
- Gempa susulan sudah mencapai 576 kali
Melihat fakta dan berita tersebut maupun di media cetak, elektronik, dan media sosial menjadikan hati nurani siswa-siswi MTs Negeri 4 tergerak dan beremphati. Melalui OSIM mereka dikoordinir untuk mengumpulkan bantuan dari sebagian menyisihkan uang saku mereka. Meskipun mereka sendiri dari keluarga menengah ke bawah, tetapi ini wujud emphati dan rasa sosial mereka, cinta kepada sesama.
Gerakan ini juga melatih jiwa dan karakter mereka menjadi manusia yang sosial berperikemanusiaan, rela menolong, ikhlas, dan sebagai salah satu rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa karena sudah diberikan tempat yang aman dan nyaman. Rela berbagi dalam sempitnya keadaan sendiri yang mungkin juga ada yang kurang, tapi demi mewujudkan rasa persaudaraan dan persatuan bangsa Indonesia, mereka rela dan melaksanakan aksi sosial ini dengan senang hati, tak peduli seberapapun besarnya, niat dan usaha untuk membantu saudara kita dilaksanakan dengan keikhlasan.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Buah Kerja Keras dan Integritas Tim, Sabet Juara 1 Rekonsiliasi Semester 2 dari KPPN Sragen
- MTsN 4 Sragen Sabet Juara 2 Kinerja Anggaran dari KPPN Sragen
- Siswi MTs N 4 Sragen Mendapat Vaksin HPV
- MTsN 4 Sragen Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan: Edukasi untuk Orang Tua, Kader Keamanan Pangan
- Projek P52RA dengan Menggelar Karya Kreasi dan Kewirausahaan
Kembali ke Atas



