Serba-Serbi Pemotongan Qurban di MTs Negeri 4 Sragen

Hari ini adalah KKamis 23 Agustus 2018, tepat satu ahri setelah Hari Raya Idhul Adha 1439 H. Ini artinya hari Kamis ini masih dalam batas waktu yang diizinkan untuk menyembelih hewan Qurban bagi yang belum melaksanakan di hari raya Idhul Adha, yaitu di Hari Tasyrik. Dan hari tasyrik berlangsung 3 hari setelah Hari Idhul Adha.
Momen hari raya Idhul Adha merupakan hari yang bersejarah dan teramat penting dalam umat Islam sebagai bentuk dan tauladan pengorbanan Nabi Ismail atas perintah Alloh untuk disembelih ayahnya, Nabi Ibrahim. Idul Adha pada setiap tanggal 10 Dzulhijjah juga dikenal dengan sebuatan “Hari Raya Haji”, dimana kaum muslimin yang sedang menunaikan haji yang utama, yaitu wukuf di Arafah. Mereka semua memakai pakaian serba putih dan tidak berjahit, yang di sebut pakaian ihram, melambangkan persamaan akidah dan pandangan hidup, mempunyai tatanan nilai yaitu nilai persamaan dalam segala segi bidang kehidupan. Tidak dapat dibedakan antara mereka, semuanya merasa sederajat. Sama-sama mendekatkan diri kepada Allah Yang Maha Perkasa, sambil bersama-sama membaca kalimat talbiyah.
Disamping Idul Adha dinamakan hari raya haji, juga dinamakan “Idul Qurban”, karena pada hari itu Allah memberi kesempatan kepada kita untuk lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Bagi umat muslim yang belum mampu mengerjakan perjalanan haji, maka ia diberi kesempatan untuk berkurban, yaitu dengan menyembelih hewan qurban sebagai simbol ketakwaan dan kecintaan kita kepada Allah SWT.
Di Mts Negeri 4 Sragen dalam rangka mengenalkan histori dan menambah ketaqwaan kepada Alloh, ikut melaksanakan pelatihan Qurban bagi siswa-siswi semua. Anak-anak peserta didik dibimbing dan diajarkan bagaimana menyembelih hewan qurban yang benar. Setelah pemotongan hewan Qurban, siswa-siswi juga diajarkan memotong daging Qurban dan menimbangnya sesuai takaran untuk dibagikan bagi yang membutuhkan.

Selesainya memotong-motong daging Qurban, kemudian dilaksanakan pembagian daging untuk setiap kelas sekaligus diadakan lomba memasak dari kelas VII sampai kelas IX. Kegiatan lomba memasak sekaligus kegiatan lomba 6K bagi seluruh kelas dibimbing oleh wali kelas masing-masing.

Sungguh hari yang luar biasa dan lain dari tahun-tahun sebelumnya baik bagi guru maupun siswa-siswi semuanya. Anak-anak dalam kegiatan lomba memasak kali ini belajar membuat bumbu masak dan melakukan proses memasak daging sampai menyajikannya dan nilai rasa masakannya. Banyak nilai-nilai yang dapat dipetik dan dirasakan dari kegiatan lomba hari ini.

Nilai-nilai yang dapat ditanamkan kepada anak-anak maupun wali kelasnya adalah nilai kerja sama dan tanggung jawab untuk menyelesaikan masakannya dan menyajikannya. Menanamkan nilai percaya diri untuk siswa-siswi bahwa mereka juga bisa memasak. Di samping itu menanamkan rasa kegembiraan menikmati kebersamaan guru dan siswa-siswinya bersama memasak dalam rangka berkompetisi lomba memasak daging. Tidak luput juga menanamkan nilai kebersihan dalam proses memasak daging yang baik dan sehat. Menanamkan nilai kejujuran bahwa yang dimasukkan ke tim penilai adalah hasil olahan masakan sendiri dan bukan dari membawa dari rumah atau dari membeli/memesan dari tempat lain, sehingga keaslian masakan terjaga dari hasil masakan anak-anak sendiri dengan pembimbingan dan pengawasan wali kelas masing-masing.
Yang tidak kalah penting nilai sosial kemasyarakatan untuk peduli dan berbagi bagi siswa-siswi dan warga sekitar MTs Negeri 4 Sragen yang kurang mampu juga dapat ikut menikmati pembagian daging latihan Qurban siswa-siswi MTs Negeri 4 Sragen. Itu sebagian nilai-nilai karakter yang secara langsung maupun tidak langsung ditanamkan dari kegiatan pelatihan pemotongan hewan Qurban di MTs Negeri 4 Sragen kali ini.

Banyak pula serba-serbi yang diperoleh dari kegiatan lomba memasak daging latihan Qurban kali ini. Ada yang kompornya tidak bisa menyala meskipun tabung gasnya sudah membeli tabung gas baru, bahkan sampai saat waktu masuk penilaian hasil masakan belum menyala. Dan pada saat mau pinjam kelas lain ternyata tidak diizinkan, karena merasa ini adalah kompetisi dan bersaing.

Ada lagi yang memasak dagingnya berasa keasinan pada saat pertama dicicipi, kemudian ditambah air lagi. Giliran mau matang ternyata tidak berasa bumbunya, akhirnya ditambah bumbu lagi. Ehm...ehm ternyata pada saat dicicipi lagi....ternyata keasinan lagi, sampai waktu penyajian hasil masakan. Tak hanya itu peristiwa yang unik, masih ada pula yang memasak dagingnya berasa dawet karena saking manisnya. Dan masih banyak lagi serba-serbi keanehan dan kegembiraan yang dirasakan dan dialami siswa-siswi yang mengikuti lomba memasak kali ini.

Dan uniknya meskipun dalam suasana santai pembelajaran dan penanaman nilai karakter pada kegiatan hari ini, ternyata seluruh siswa-siswi mengikuti semua dengan senang hati dan tidak ada satupun siswa-siswi yang membolos. Bahkan saat masakan mereka sudah masakpun, mereka belum mau makan bekal nasi mereka dengan lauk hasil olahan daging mereka sendiri. Mereka rela menahan rasa lapar, menunggu sampai tim penilai untuk menilai hasil masakan mereka.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Buah Kerja Keras dan Integritas Tim, Sabet Juara 1 Rekonsiliasi Semester 2 dari KPPN Sragen
- MTsN 4 Sragen Sabet Juara 2 Kinerja Anggaran dari KPPN Sragen
- Siswi MTs N 4 Sragen Mendapat Vaksin HPV
- MTsN 4 Sragen Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan: Edukasi untuk Orang Tua, Kader Keamanan Pangan
- Projek P52RA dengan Menggelar Karya Kreasi dan Kewirausahaan
Kembali ke Atas



