• jkb
  • weg
  • maklumat

Selamat Datang di Website MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 SRAGEN. Terima Kasih Kunjungannya

Kontak Kami


MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 SRAGEN

NPSN : 20363854

Pedak Rt 1, Karangwaru, Plupuh, Sragen


[email protected]

TLP : 08112640128


          

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 145627
Pengunjung : 74741
Hari ini : 33
Hits hari ini : 62
Member Online : 1
IP : 216.73.216.117
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Pencanangan orang tua asuh pada madrasah ramah anak di MTsN 4 Sragen




Satuan Pendidikan Ramah Anak (SRA) adalah sekolah/madrasah yang aman, bersih, sehat, hijau, inklusif dan nyaman bagi perkembangan fisik, kognisi dan psikososial anak perempuan dan anak laki-laki termasuk anak yang memerlukan pendidikan khusus dan/atau pendidikan layanan khusus. SRA merupakan satuan pendidikan yang berupaya memberikan perlindungan, dan mendukung hak anak pada kegiatan belajar mengajar untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Proses mewujudkan SRA  di MTs Negeri 4 Sragen perlu adanya dukungan dan pengawasan dari berbagai pihak, termasuk orang tua dan masyarakat atau lingkungan sekitar.


Sumanto selaku Kepala MTs Negeri 4 Sragen menyampaikan bahwa Madrasah berkomitmen untuk menjadi Satuan Pendidikan Ramah Anak  atau Madrasah Ramah Anak.  Proses ini telah dilampaui dalam beberapa  tahap  yaitu mulai diterimanya  Surat Keputusan bahwa MTsN 4 Sragen sebagai Satuan Pendidikan Ramah Anak kemudian dilanjutkan dengan penanda tanganan deklarasi Satuan Pendidikan Ramah Anak, yang ditanda tangani oleh kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sragen, Pengawas MTs, Komite Madrasah, Camat, Kapolsek, Danramil Plupuh serta kepala, Guru, Pegawai dan perwakilan siswa MTsN 4 Sragen serta menugaskan dua guru untuk mengikuti workshop tentang satuan pendidikan ramah anak.


Pada hari senin (5/9/2022) pada saat apel pagi dicanangkan Program orang tua asuh guru pegawai untuk peserta didik MTsN 4 Sragen oleh Kepala Kantor Kementerian Agama dan Kepala Dinas PPKB PP & PA Kabupaten Sragen. Dalam sambutannya Kepala Kantor Kementrian Agama  Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi mengatakan ada empat aspek madrasah dikatakan ramah anak, yaitu: mendidik seperti anak sendiri; menyayangi setulus hati;  memberi solusi bukan mencaci;  dan menumbuh kembangkan potensi anak secara adil, merata dan maksimal. Begitupun juga siswa, yang kelas bawah menghormati kakak yang kelas atas dan kakak yang kelas atas menyayangi adik yang kelas bawah serta dengan adanya pencanganan orang tua asuh di MTsN 4 Sragen dapat menambah elemen madrasah ramah anak karena semua civitas madrasah terlibat dalam melayani anak tidak hanya kepala madrasah dan guru saja yang melayani anak tetapi pegawai juga terlibat  ”.


Lebih lanjut Ihsan Muhadi berpesan agar program Madrasah Ramah Anak ini dapat memberikan layanan kepada peserta didik dengan baik  untuk mewujudkan Madrasah yang ramah anak, bukan sekedar perlombaan. Harapannya seluruh peserta didik merasa nyaman, betah dan dapat mengaktualisasikan dirinya dengan baik di Madrasah.


"Layanan ramah anak ini adalah jiwa, bukan sekedar perlombaan,” imbuhnya.


Sedangkan Kepala Dinas PPKB PP & PA  Kabupaten Sragen mengapresiasi pencanangan orang tua asuh di MTsN 4 Sragen dan menurut beliau baru pertama kali sekolah/madrasah ramah anak yang mencanangkan pogram orang tua asuh, selain mengapreasi beliau juga menyampaikan hak-hak anak selama berada di madrasah.


Kepala MTsN 4 Sragen, Sumanto menambahkan,


"Setelah MTsN 4 Sragen di tunjuk menjadi satuan pendidikan ramah anak atau Madrasah ramah anak dilanjutkan deklarasi madrasah anak serta  pencanangan orang tua asuh untuk semua guru pegawai baik ASN ataupun non ASN  yang bertugas melayani keluh kesah permasalahan  anak. Dengan demikian  orang tua asuh mendapat  masukkan dari anak, dan anak mendapat pelayanan selama di madrasah, serta  berfungsi sebagai orang tua di madrasah sehingga anak mendapat perhatian khusus dari berbagai pihak baik guru mapel, BK, wali kelas dan orang tua asuh.”


"Dan yang paling akhir Perubahan yang  mendasar dalam madrasah ramah anak adalah mindset guru yang semula hanya sebatas mengajar, nanti harus bisa membimbing dan menjadi sahabat anak," imbuh Sumanto. (Jeki@rezykagmail)



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas