GELAR KARYA DAN SENI SISWA MTsN 4 SRAGEN

Beberapa waktu lalu MTsN 4 Sragen telah Adakan Gelar Karya dan Seni Siswa untuk mengembangkankemampuan motorik, kognitif maupun psikologisnya. MTsN 4 Sragen menjadi satu-satunya MTs di Soloraya yang sudah mengadakan Gelar Karya dan Seni Siswa wujud implementasi Kurikulum Merdeka. sekolah ini juga merupakan MTs pertama yang raih gelar sekolah adiwiyata.
Wujud dari implementasi Kurikulum Merdeka dan pelaksanaan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5), MTsN 4 Sragen mengadakan Gelar Karya dan Seni Siswa pada Jumat-Sabtu (30-31/12/2022). Pada waktu itu acara digelar di halaman sekolah setempat itu bertajuk Sinergi Aktualisasi Untuk Cinta Lingkungan, Budaya, dan Inovasi.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sragen, Ihsan Muhadi, mengapresiasi acara yang digelar MTsN 4 Sragen. Ia menilai acara ini salah satu langkah untuk mengoptimalkan bakat dan minat serta kreativitas siswa.
“Melalui acara tersebut mudah-mudahan bisa menumbuhkan semangat dan motivasi para siswa untuk meningkatkan keterampilan,” menurut Kankemenag Sragen.
Kankemenag Sragen menguraikan MTsN 4 Sragen merupakan salah satu sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka salah satunya melalui Gelar Karya dan Seni Siswa. Ia menilai acara seperti ini bisa menambah keterampilan kewirausahaan para siswa.
Menurutnya, saat ini cerdas saja belum cukup dalam menghadapi dunia yang akan datang. Siswa harus tertantang untuk menguasai keterampilan. Oleh karena itu, keterampilan kewirausahaan perlu dikenalkan dan dipraktikan meskipun dalam skala kecil.
“Kami berharap beberapa madrasah di Sragen bisa saling berlomba untuk mengadakan kegiatan yang mencerminkan implementasi Kurikulum Merdeka. MTsN 4 Sragen juga telah menerima penghargaan sebagai sekolah adiwiyata. Dari sejak persiapan kami memberikan dukungan dan motivasi kepada para guru,” ujar Ihsan.
Kepala MTsN 4 Sragen, Sumanto, mengungkapkan bahwa produk yang dipamerkan dalam acara ini berasal dari siswa dengan pendampingan guru serta dukungan orang tua.
“Kami mengambil tiga tema yaitu berkelanjutan, kewirausahaan, dan kearifan lokal. Ada delapan stan yang memamerkan karya siswa. Mulai dari tanaman, inovasi, kewirausahaan, kearifan lokal berupa batik, kemudian stan PMR [Palang Merah Remaja] yang melayani cek tensi untuk para pengunjung,” terangnya.
Acara Gelar Karya dan Seni Siswa, kata dia, salah satu bentuk kebersamaan dan kepedulian warga sekolah untuk terus berinovasi, berkreasi, untuk memajukan MTsN 4 Sragen. Ke depan, MTsN 4 diharapkan bisa menjadi sekolah pilihan utama di Kecamatan Plupuh dan sekitarnya dengan didukung oleh komite madrasah..
“Kami menjadi MTs pertama di Soloraya yang mengadakan Gelar Karya dan Seni Siswa ini. Berkat dukungan berbagai pihak pada ujung tahun ini kami menerima penghargaan dari Bupati sebagai kepala sekolah yang peduli terhadap lingkungan. Selain itu, juga kami satu-satunya di Soloraya yang menerima predikat madrasah adiwiyata dari Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo,” terang Sumanto.
Share This Post To :
Kembali ke Atas
Berita Lainnya :
- Buah Kerja Keras dan Integritas Tim, Sabet Juara 1 Rekonsiliasi Semester 2 dari KPPN Sragen
- MTsN 4 Sragen Sabet Juara 2 Kinerja Anggaran dari KPPN Sragen
- Siswi MTs N 4 Sragen Mendapat Vaksin HPV
- MTsN 4 Sragen Gelar Sosialisasi Keamanan Pangan: Edukasi untuk Orang Tua, Kader Keamanan Pangan
- Projek P52RA dengan Menggelar Karya Kreasi dan Kewirausahaan
Kembali ke Atas



