• jkb
  • weg
  • maklumat

Selamat Datang di Website MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 SRAGEN. Terima Kasih Kunjungannya

Kontak Kami


MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 SRAGEN

NPSN : 20363854

Pedak Rt 1, Karangwaru, Plupuh, Sragen


[email protected]

TLP : 08112640128


          

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 145636
Pengunjung : 74741
Hari ini : 33
Hits hari ini : 71
Member Online : 1
IP : 216.73.216.117
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

Hardiknas dan Guru Merdeka Belajar




 


Kegiatan hari ini 2 Mei 2023 keluarga besar MTsN 4 Sragen melaksanakan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional. Melansir dari laman Kemendikbud, Hari Pendidikan Nasional ditetapkan pada tanggal 2 mei sebagai hari kelahiran Ki Hadjar Dewantara. Ia lahir pada tanggal 2 Mei 1889 di Yogyakarta, dengan nama R.M. Suwardi Suryadingrat.


Hari Pendidikan Nasional diperingati setiap tahun pada tanggal 2 Mei. Hal ini  tak lepas dari kepeloporan dari Ki Hadjar Dewantara. Beliau adalah tokoh pelopor pendidikan di Indonesia pada masa penjajahan belanda yang bertepatan dengan hari lahir Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Indonesia. Ki Hadjar dilahirkan dari kalangan keluarga ningrat di Yogyakarta. Setelah menyelesaikan pendidikan dasar, ia pun mengenyam pendidikan di STOVIA, sebuah sekolah dokter pada zaman penjajahan Hindia Belanda dahulu.

Namun karena sakit, akhirnya ia tidak dapat menyelesaikan pendidikannya di sana. Gagal menjadi dokter, akhirnya ia menjadi seorang wartawan di beberapa media surat kabar seperti De Express, Utusan Hindia dan Kaum Muda. Ki Hadjar Dewantara dikenal sangat berani dalam menentang berbagai kebijakan pemerintah Hindia Belanda. Khususnya kebijakan yang hanya membolehkan anak-anak keturunan Belanda dan kaum priyayi yang bisa mengenyam bangku pendidikan. Karena kritikan dan perlawanannya ini, akhirnya Ki Hadjar pun diasingkan ke Belanda bersama dua rekannya, Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangungkusumo.  Ketiga tokoh inilah yang sering dikenal dengan sebutan "Tiga Serangkai".

Setelah kembali dari pengasingan  ke Indonesia, beliau mendirikan lembaga pendidikan Tamansiswa (Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa). Dan dalam perjalanan Indonesia merdeka, Ki Hadjar pun akhirnya diangkat menjadi salah satu Menteri Pendidikan di Indonesia.

Karya-karya Ki Hadjar Dewantara dan filosofinya yang paling terkenal adalah:


 "Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya Mangungkarso, Tut Wuri Handayani"  yang artinya:


 "Di depan memberi teladan, di tengah memberi bimbingan, di belakang memberi dorongan".


 Semboyan tersebut akhirnya menjadi slogan pendidikan yang digunakan hingga saat ini.  Atas semua  jasa-jasanya tersebut, Ki Hadjar Dewantara pun dianugerahkan sebagai Bapak Pendidikan Nasional. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No. 305 tahun 1959, hari kelahirannya yang jatuh pada tanggal 2 Mei yang merupakan hari lahirnya Ki Hadjar Dewantara yang ditetapkan sebagai Hari Pendidikan Nasional.

Menurut Sumanto sebagai kepala madrasah, menegaskan kepada bapak/ibu guru semua dalam menyikapi kurikulum merdeka saat ini.


 “Dengan semangat Hari pendidikan Nasional ini kita wajib melaksanakan kurikulum merdeka dengan melaksanakan merdeka belajar yang sesungguhnya dalam mewujudkan Pelajar Pancasila yang memiliki fitur Belajar, Mengajar, dan Berkarya.”


Dan hari ini dicanangkan Guru Merdeka Belajar di MTsN 4 Sragen dalam rangka mendorong guru untuk terus berkarya dan menyediakan wadah berbagi praktik baik. Dan dapat membangun portofolio hasil karyanya agar dapat saling berbagi inspirasi dan berkolaborasi satu sama lain, sehingga guru dapat maju secara bersama-sama.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas