• jkb
  • weg
  • maklumat

Selamat Datang di Website MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 SRAGEN. Terima Kasih Kunjungannya

Kontak Kami


MADRASAH TSANAWIYAH NEGERI 4 SRAGEN

NPSN : 20363854

Pedak Rt 1, Karangwaru, Plupuh, Sragen


[email protected]

TLP : 08112640128


          

Pencarian

Login Member

Username:
Password :

Banner

Jajak Pendapat

Bagaimana pendapat anda mengenai web sekolah kami ?
Sangat bagus
Bagus
Kurang Bagus
  Lihat

Statistik


Total Hits : 145641
Pengunjung : 74741
Hari ini : 33
Hits hari ini : 76
Member Online : 1
IP : 216.73.216.117
Proxy : -
Browser : Gecko Mozilla

Status Member

GELAR KARYA DAN SENI 2 MTsN 4 SRAGEN 2022/2023




Bulan Juni 2023 ini, di jenjang sekolah SMP/MTs  banyak disemarakkan dengan gelar karya P5 sebagai bukti dari proses kreatifitas peserta didik. Gelar karya tesebut banyak berkorelasi dengan seni budaya, baik pada bentuk pagelaran seni pertunjukan atau pameran seni rupa.


Gelar karya dan kreasi seni di MTsN 4 Sragen yang diharmonikan dengan tema-tema dalam P5 tersebut dapat menjadi pemantik dan apresiasi peserta didik akan kesadaran berbudaya yang selama ini hanya dipelajari dalam ranah teori. Dalam P5 gelar karya seni tersebut mendapat ruang untuk dijadikan ajang kreasi peserta didik untuk menunjukkan potensi dirinya.


Melalui apresiasi gelar karya dan kreasi seni 2 ini , diharapkan membantu peserta didik mengenal jati dirinya dan sekaligus memahami pluralitas identitas bangsanya. Pada giliranya mereka akan mampu menghormati perbedaan dan keanekaragaman serta secara arif menerima realitas pluralitas budaya masyarakat Indonesia.


Dengan berkesenian pada prinsipnya juga akan dapat mengasah mentalitas peserta didik pada nilai-nilai humaniora, kepekaan intuisi, dan etos kerja. Untuk menghasilkan gelar karya tersebut tentunya juga dibutuhkan proses yang di dalamnya akan terurai jiwa kebersamaan yang sangat hakiki.


Gelar karya mulai dari proses sampai pagelaran atau aksi nyata tentunya tidak semudah membalikkan telapak tangan. Masing-masing peserta didik mengalami pergumulan untuk dapat menghasilkan karya yang akan disajikan. Manakala hasil dari proses tersebut sudah dapat disajikan, dapat menjadi indikator bahwa kegiatan P5 dapat diimplementasikan dan tujuannya dapat dipahami. Pergumulan dalam proses menjadi suatu kata kunci untuk dapat mencapai tujuan yang diharapkan.


Dari pantauan gelar seni hari ini, stand hasil karya peserta didik terdapat beberapa stand yang disuguhkan. Dari stand UKS bekerja sama dengan Puskesmas Plupuh menyelenggarakan pemeriksaan gratis bagi orang tua wali murid,   stand Pramuka menyediakan berbagai makanan hasil olahan peserta didik, stand OSIM menyediakan hasil olahan produk lokal dan masakan fresh masak di tempat, stand kearifan lokal yang menyediakan hasil kreasi dan ketrampilan peserta didik selama kegiatan belajar mengajar semester genap 2022/2023, stand inovasi dan kewirausahaan semua produk cenderung terjual semuanya serta stand gaya hidup berkelanjutan dan hasil kebun.


Menurut Bapak Kankemenag Kabupaten Sragen Ihsan Muhadi yang berkenan menghadiri dan menyaksikan gelar karya dan kreasi seni 2 di MTsN 4 Sragen mengungkapkan,


“Saya sangat mengapresiasi dengan kegiatan gelar karya dan kreasi seni yang sangat positif di MTsN 4 Sragen ini. Di samping menanamkan nilai karakter P5 dalam kurikulum merdeka yang telah dicanangkan dalam rumusan Kepmendikbudristek No.56/M/2022, MTsN 4 Sragen juga memberikan penanaman karakter keagamaan yang lebih banyak dibandingkan sekolah biasa pada umumnya.”


Bapak Kankemenag juga berkenan berkeliling stand yang kebetulan banyak yang sudah habis, serta membeli 6 hasil kreasi ketrampilan siswa selama kegiatan belajar mengajar di luar kelas yang terdapat dalam stand kearifan lokal berupa taplak meja.


Sementara menurut Sumanto selaku Kepala madrasah menegaskan kembali bahwa,


“Madrasah ini penanaman karakter P5 tak kan bisa berjalan dengan baik tanpa dukungan dari peserta didik, orang tua wali murid dan bapak/ibu guru semuanya.  Dengan gelar karya dan kreasi seni ini sebagai salah satu bentuk penanaman karakter dalam diri peserta didik, sehingga karakter peserta didik terbentuk secara lebih mandiri, berakhlak mulia, dan berkepribadian yang berwawasan lingkungan hidup.”


Di samping itu masih ditampilkan gelar kreasi seni peserta didik dalam melestarikan budaya bangsa Indonesia, agar peserta didik mengenal betapa banyak dan beragamnya nilai-nilai budaya yang ada di Negara Indonesia tercinta ini, yang harus dikenalkan dan dijaga kelestariaannya.


Hal ini membuktikan kegiatan gelar karya dan kreasi seni sebagai bentuk penanaman profil P5 pada kurikulum merdeka, di MTsN 4 Sragen didukung penuh wali murid dan berjalan dengan lancar dan sukses. Meskipun secara real kurikulum merdeka belum diterapkan secara langsung  tetapi  penanaman karakter P5 telah diadopsi dalam kegiatan belajar mengajar di MTsN 4 Sragen.


Dalam profil P5 memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengalami pengetahuan sebagai proses penguatan karakter sekaligus kesempatan untuk belajar dari lingkungan sekitarnya yang sangat dibutuhkan untuk bekal hidupnya di kemudian hari. Proyek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) adalah salah satu sarana untuk mencapai tujuan tercapainya profil pelajar Pancasila. Dalam kegiatan P5 ini, proses menjadi penilaian utama, karena ketika prosesnya sudah dilalui melalui tahapan-tahapan yang proporsional, hasil akhirnya pun akan mengikuti proses yang sudah mereka lalui. Nilai yang diharapkan dari kegiatan ini, tak lain adalah peserta didik dapat mengikuti proses sesuai dengan tahapan-tahapan yang sudah dilalui


Peserta didik juga memiliki kesempatan untuk mempelajari tema-tema atau isu penting seperti perubahan iklim, anti radikalisme, kesehatan mental, budaya, wirausaha, teknologi, dan kehidupan berdemokrasi, sehingga peserta didik dapat melakukan aksi nyata dalam menjawab isu-isu tersebut sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya. Di samping itu, P5 diharapkan dapat menginspirasi peserta didik untuk berkontribusi bagi lingkungan sekitarnya. Bagi pekerja di dunia modern, keberhasilan menjalankan projek akan menjadi prestasi yang patut dibanggakan. P5 diimplementasikan dengan cara melatih peserta didik untuk menggali isu nyata di lingkungan sekitar. Dengan cara berkolaborasi,  peserta didik akan dapat mencarikan solusi dari masalah-masalah yang muncul di tengah-tengah masyarakat yang dinamis.


Dalam P5 memiliki beberapa tema yang diberikan kepada peserta didik sesuai dengan tahapan belajar dan kebutuhannya, seperti Bhinneka Tunggal Ika, kearifan lokal, gaya hidup berkelanjutan, dan beberapa tema lainnya. Di dalam  tema Bhinneka Tunggal Ika peserta didik diharapkan dapat mengenal dan memromosikan budaya perdamaian dan anti kekerasan, belajar membangun dialog penuh hormat tentang keberagaman serta nilai-nilai ajaran yang dianutnya. Peserta didik juga dapat  mempelajari perspektif berbagai agama dan kepercayaan, secara kritis dan reflektif menelaah berbagai stereotipe negatif dan dampaknya terhadap terjadinya konflik serta kekerasan.


Tema kearifan lokal menekankan pada membangun rasa ingin tahu dan kemampuan inkuiri melalui eksplorasi budaya dan kearifan lokal masyarakat sekitar atau daerah tersebut, serta perkembangannya. Sedangkan pada tema gaya hidup berkelanjutan peserta didik perlu memahami dampak aktivitas manusia, baik jangka pendek maupun panjang, terhadap kelangsungan kehidupan di dunia maupun lingkungan sekitarnya.


Peserta didik juga diharapkan mampu membangun kesadaran untuk bersikap dan berperilaku ramah lingkungan, mempelajari potensi krisis keberlanjutan yang terjadi di lingkungan sekitarnya serta mengembangkan kesiapan untuk menghadapi dan memitigasinya. Kesadaran peserta didik untuk melakukan tindakan preventif harus selalu digaungkan agar kesadaran kolektif tersebut menjadi kian membumi.



Share This Post To :




Kembali ke Atas


Berita Lainnya :





   Kembali ke Atas